1. - Mention the kinds of pronoun !
- Make sentences for each kind !
Answers :
a. Personal Pronoun, examples :
- Threedays ago I met Ariel. Yesterday I met him again.
- My sister bought a new handphone. She loves it very much.
b. Possesive Pronoun, examples :
- This is my book. The book is mine.
- This is your pencil and those are hers.
c. Reflexive Pronoun, examples :
- She laughed at herself.
- My father cooked this meal himself.
d. Demonstrative Pronoun, examples :
- This is my mother, these are my sisters.
- That book is yours, those are mine.
e. Interrogative Pronoun, examples :
- Why did you sell your car ?
- What did you order ?
f. Indefinite Pronoun, examples :
- Somebody stole my heart.
- Anything will be happen.
g. Relative Pronoun, examples :
- I dont like people who lose temper easily.
- Meong that i always feed everyday is my cat.
sumber : http://www.tipsbelajarbahasainggris.com/7-jenis-pronoun-yang-harus-anda-ketahui/
2. - There are 3 types of question, what are they ? explain !
- Give the examples for these 3 types !
Answers :
a. Yes/ No : the answer is "yes or no"
Explain = Sometimes the only answer that we need is yes or no.
Examples : Has she not finished her work ?
Answer : Yes, she has.
b. Question-word questions : the answer is "information"
Explain = Sometimes we want more than yes or no for an answer. When asking for information, we usually place a question-word at the beginning of the sentence.
Examples : Why hasnt Tara done it ?
Answer : Because she cant.
c. Choice : the answer is "in the question"
Explain = Sometimes we give our listener a choice. We ask the to choose between two possible answers. So their answer is (usually) already in the question.
Examples : Will we meet John or James :
Answer : John
Sumber : https://www.englishclub.com/grammar/verbs-questions_types.htm
Jumat, 24 April 2015
Kamis, 02 April 2015
Assignments
1. - Find The Definition Of Subject, Verb, Object, and Complement (Modifier)!
- Make 5 sentences and determine those 4 elements !
Answers :
Meaning in an English sentence is conveyed not only by the words but also by the arrangement, or pattern, of the words. There are five basic sentence patterns in English. One pattern consists of a subject followed by a verb, a direct object, and an object complement.
A word or group of words that renames or describes a direct object.
The object complement may be a noun, as in the following examples :
His sister called him a genius.
Subject = his sister
Verb = called
Direct Object = him
Object Complement = a genius
The object complement may be an adjective, as in these examples :
His sister called him brilliant.
Subject = his sister
Verb = called
Direct Object = him
Object Complement = brilliant
Examples :
- Her flattery made him embarrassed
- The local residents called the travelers intruders
- Most countries make their flags both decorative and symbolic
A sentences in this pattern is usually about a relationship between the subject and the direct object. The complement describes that relationship.
The pattern is especially effective in providing evidence for an argument. It allows you to report the gist of someone's statements, position, or attitude, as in the following sentences :
- Expertsconsider the president's environmental policy disastrous
- Vacationers found the year-round residents antagonistic
- Some Puerto Rican citizens have made statehood a priority
Sumber : http://wps.ablongman.com/long_longman_ohb_1/27/7023/1797920.cw/content/index.html
2. - Find the theory of Subject- Verb Agreement !
- Find 5 examples !
Answers :
Subject verb agreement simply means the subject and verb must agree in number. This means both need to be singular or both need to be plural. Here are some examples of subject verb agreement (the subject is bolded and the verb underline) :
1. My dog always growls at the postal carrier
2. Basketballs roll across the floor
3. I dont understand the assignment
4. These clothes are too small for me
5. Peter doesnt like vegetables
Sumber : http://examples.yourdictionary.com/examples-of-subject-verb-agreement.html
Kamis, 12 Maret 2015
TUGAS KELOMPOK MANAJEMEN KINERJA
TUGAS KELOMPOK
“Manajemen Kinerja”
Kelompok 2
Nama Anggota Kelompok :
·
Gita Ayu Puspahati (13211083)
·
Gustara Alfianda Putra (13211113)
·
Herlin Riana Sari (13211344)
·
Herni Rahmawati (13211352)
·
Kurnia Irawati (14211043)
·
Rizky Rudi Febriani (16211402)
·
Selvia Fauzi Saleh (16211664)
Kelas : 4EA20
FAKULTAS ILMU EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2015
“Efektifitas
Kinerja dan Perancanaan Kinerja”
Manajemen kinerja juga
merupakan instrument untuk mendapatkan hasil-hasil yang lebih baik dari
organisasi, tim dan para individu dengan mengelola kinerja sesuai dengan
tujuan, sasaran dan standar yang telah disepakati bersama. Manajemen kinerja sebagai
proses komunikasi yang berkelanjut antara atasan dan bawahan untuk memperjelas
dan menyepakati fungsi pokok pekerjaan bawahan dan pelaksanaannya guna
berkontribusi mencapai tujuan organisasi, manajemen kinerja bukanlah proses
satu arah dari atas kebawah, melainkan proses interaktif
dimana terjadi dialog dan diskusi antara atasan dan bawahan berkenaan dengan
target pekerjaan bawahan.
Untuk
itu, manajemen kinerja memiliki lima komponen sebagai berikut :
- Perencanaan kerja dimana atasan
dan bawahan berupaya merumuskan, memahami dan menyepakati target kinerja
bawahan dalam rangka mengoptimalkan kontribusinya terhadap mencapaian
tujuan-tujuan organisasi;
- Komunikasi berkelanjutan antara
atasan dan bawahan guna memastikan bahwa apa yang telah, sedang dan akan
dilakukan bawahan mengarah pada target kinerjanya sesuai dengan
kesepakatan kedua belah pihak, serta guna mengantisipasi segala persoalan
yang mungkin timbul;
- Pengumpulan data dan informasi
oleh masing-masing pihak sebagai bukti pendukung realisasi kinerja bawahan.
Pengumpulan dapat dilakukan melalui formulir penilaian kinerja, observasi
langsung maupun tanya jawab dengan pihak-pihak terkait;
- Pertemuan tatap muka antara
atasan dan bawahan untu mengkaji bukti-bukti otentik kinerja bawahan
diklarifikasi, didiskusikan dan disimpulkan bersama sebagai kinerja
bawahan pada periode tertentu;
- Diagnosis berbagai hambatan
efektivitas kinerja bawahan dan tindak lanjut bimbingan yang dapat
dilakukan atasan untuk menyingkirkan hambatan-ambatan tadi guna
meningkatkan kinerja bawahan.
Manajemen
kinerja efektif hendaknya memenuhi syarat syarat berikut :
- Relevance, hal hal atau faktor- faktor
yang diukur adalah yang relevan (terkait dengan pekerjaannya, apakah
itu output-nya, prosesnya atau input-nya;
- Sensitivity, sistem yang digunakan harus
cukup peka untuk membedakan antara karyawan yang berprestasi dan tidak
berprestasi;
- Reliability, sistem yang digunakan harus
dapat diandallkan, dipercaya bahwa mengunakan tolok ukur yang objektif, akurat,
konsisten dan stabil;
- Acceptability, sistem yang digunakan harus
dapat dimengerti dan diterima oleh karyawan yang menjadi penilai ataupun
yang dinilai dan memfasilitasi, komunikasi aktif dan konstruktif antara
keduanya;
- Practicality, semua instrument, misalnya
formulir yang digunakan harus mudah digunakan oleh kedua pihak, tidak
rumit dan berbelit belit.
Adapun menurut Budi W. Soetjipto (2006 : 29 ) secara umum
implementasi manajemen kinerja yang efektif mampu :
- Mengkoordinasikan unit-unit
kerja yang ada di dalam organisasi;
- Mengidentifikasikan dan
mendokumentasikan berbagai hambatan dan permasalahan kinerja;
- Menjadi landasan pengambilan
keputusan di bidang SDM;
- Menjadi alat untuk
mengefektifkan pengelolaan SDM;
- Menumbuhkembangkan kerjasama
antara atasan dengan bawahannya;
- Menjadi wahana penyampaian
umpan balik secara regular kepada bawahan;
- Meminimalkan kesalahan dan
meniadakan kesalahan berulang
Kriteria efektifitas merupakan hal yang sangat penting.
Bahkan jika kriteria yang diusulkan sejauh ini dianggap obyektif sifatnya,
perlu kiranya dilakukan analisis atau telaah, kriteria efektivitas yang
digunakan adalah:
· Pengarahan: menetapkan tujuan, perencanaan
jangka panjang dan jangka pendek; kewirausahaan dan investasi yang dapat
dipercaya dalam perusahaan-perusahaan komersial; merencanakan struktur
organisasi yang tepat; memelihara citra positif perusahaan. Diukur atau
ditunjukkan dengan: tingkat tujuan yang dicapai – adanya tinjauan strategi ke
masa depan, keberhasilan inovasi, profitabilitas, nilai saham yang tinggi, dan
sebagainya. Kenyataan memperlihatkan bahwa banyak dari indikator tersebut
memberikan alasan yang entah favorabel atau tidak, sangat di luar pengendalian
organisasi, dan indikator-indikator tersebut tidak selalu merupakan akibat dari
efektivitasnya.
· Delegasi: motivasi dengan mendorong
diambilnya keputusan yang dipertimbangkan dengan baik yang mengarah kepada
tindakan. Hal ini menyatakan bahwa manajer memihki wewenang yang diperlukan
untuk melaksanakan tanggung jawabnya Diukur atau ditunjukkan dengan: luasnya
wewenang yang didelegasikan, dan apakah hal itu dianggap tepat oleh bawahan,
tingkat dorongan dari atas.
· Pertanggungjawaban: pengertian yang jelas mengenai
siapa bertanggung jawab terhadap apa, tanpa ada kesenjangan di antara sejumlah
pertanggungjawaban Diukur atau ditunjukkan dengan seberapa jauh atasan memahami
bahwa pertanggungjawaban dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan.
· Pengendalian: mengawasi kinerja yang tidak
sesuai dengan tujuan dan standar Diukur atau ditunjukkan dengan: daftar tugas,
seperti penggunaan sumber daya, banyaknya produk yang ditolak, kualitas layanan
dan sebagainya. Mungkin juga meliputi pengukuran terhadap perilaku atau moral.
· Efisiens: penggunaan optimum dari sumber
daya dan pencapaian terhadap tingkat output yang direncanakan dengan biaya
minimum. Diukur atau ditunjukkan dengan rasio input-output.
· Koordinasi: mengintegrasikan aktivitas dan
kontribusi dari bagian-bagian yang berlainan dalam perusahaan. Diukur atau
ditunjukkan dengan: hubungan yang mendukung di antara unit-unit yang saling
tergantung, tingkat gangguan aliran aktivitas. Mungkin juga meliputi tingkat
persediaan, pengantaran, dan sebagainya.
·
Adaptasi: kemampuan untuk menanggapi
perubahan lingkungan, kecakapan untuk membuat inovasi dan memecahkan masalah.
Diukur atau ditunjukkan dengan: perubahan-perubahan dalam pangsa pasar dan laju
perkembangan produk baru yang berhasil. Mungkin juga meliputi solusi kreatif
terhadap berbagai masalah ataupun perkembangan praktek-praktek yang mengalami
perbaikan.
·
Sistem sosial dan harapan perorangan: memelihara sistem sosial, hubungan
dan keadaan tenaga kerja supaya perusahaan mendapatkan komitmen dari karyawan.
Diukur atau ditunjukkan dengan: laporan penilaian kerja, survai perilaku,
tingkat ketidakhadiran, pergantian staf, dan sebagainya.
Pemahaman Balanced Scorecard dan
Penerapan pada Organisasi Perusahaan
Pemahaman balanched scorecard itu suatu alat analisis yang
digunakan pihak internal perusahaan untuk pengukuran kinerja. Balanched
scorecard itu akan memberikan gambaran kinerja secara komprehensif dan
berimbang dengan menggunakan empat perspektif yaitu perspektif keuangan,
pelanggan, proses internal bisnis, pembelajaran dan pertumbuhan. Keempat
perspektif tersebut sangat mempengaruhi satu sama lainnya.
Perencanaan Kinerja
Dalam manajemen,
perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk
mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.
Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena
tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan
pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan
organisasi yang telah ditetapkan.Para atasan atau manajer sering tidak memperhatikan kecuali sudah amat buruk
atau segala sesuatu jadi serba salah.Terlalu sering manajer tidak mengetahui
betapa buruknya kinerja telah merosot sehingga perusahaan / instansi menghadapi krisis yang serius.Kesan – kesan
buruk organisasi yang mendalam berakibat dan mengabaikan tanda – tanda
peringatan adanya kinerja yang merosot.
Perencanaan
kinerja merupakan proses penyusunan rencana kinerja sebagai penjabaran dari
sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam rencana strategik, yang
dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan.
didalam rencana kinerja ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk
seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan.penyusunan
rencana kinerja dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan
anggaran, serta merupakan komitmen bagi instansi untuk mencapainya dalam tahun
tertentu.
Pentingnya Peran Visi dan Misi
Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu
perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di
katakan bahwa visi dan misi adalah suatu konsep perencanaan yang disertai
dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu
tujuan.
Adanya visi dan misi
merupakan syarat wajib bagi sebuah perusahan
atau organisasi. Setiap perusahaan memiliki visi dan misi yang berbeda, semua
tergantung tujuan yang akan dicapai oleh masing – masing perusahaan. Biasanya
visi dan misi dibuat saat perusahaan sedang akan dibangun, karena visi dan misi
perusahaan menjadi landasan dasar bagi sebuah perusahaan. Oleh karena itu tak
perlu ditanyakan lagi, bahwa peranan visi dan misi perusahaan sangatlah
penting.
Istilah visi berasal
dari kata vision yang berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti penglihatan.
Bisa diartikan yang dimaksud visi adalah sebuah pandangan tentang tujuan jangka
panjang perusahaan atau rencana yang akan dicapai oleh suatu perusahaan. Visi
biasanya berisi pernyataan yang singkat dan jelas, namun bisa mencakup semua
tujuan dan cita – cita perusahaan.
Sedangkan misi adalah
kegiatan atau aktifitas yang mengarahkan perusahaan anda pada tujuan yang
menjadi impian perusahaan tersebut.Jadi bisa dikatakan bahwa misi adalah
kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mendukung perusahaan hingga
mencapai tujuannnya.
Tujuan penetapan visi perusahaan,yaitu:
·
Mencerminkan sesuatu yang
akan dicapai perusahaan.
·
Memiliki orientasi pada
mas adepan perusahaan.
·
Menimbulkan komitmen
tinggi dari seluruh jajaran dan lingkungan perusahaa
·
Menentukan arah dan
fokus strategi perusahaan yang jelas
·
Menjamin kesinambungan
kepemimpinan organisasi perusahaan
Syarat dan Kriteria Visi Perusahaan:
·
Dapat dibayangkan oleh
seluruh jajaran organisasi perusahaan
·
Dapat dikomunikasikan
dan dapat dimengerti oleh seluruh jajaran organisasi perusahaan
·
Berwawasan jangka
panjang dan tidak mengabaikan perkembangan zaman
·
Memiliki nilai yang
memang diinginkan oleh anggota organisasi perusahaan
·
Terfokus pada
permasalahnan instansi perusahaan agar dapat beroperasi
Cara Merumuskan Misi
Perusahaan:
Ø Melibatkan
pihak-pihak yang berkepentingan
Ø Menyelaraskan
kegiatan proses utama dengan sumber daya yang ada, untuk memeungkinkan
perusahaan melaksanakan kegiatannya lebih baik dan dengan seefesien mungkin
Ø Menentukan
lingkungan yang sangat berguna untuk menentukan apakah misi organisasi
perusahaan tidak bertentangan secara internal dan eksternal
Fungsi Misi:
Ø Memberikan
arah usaha
Ø Memfokuskan
langkah-langkah yang akan diambil
Ø Objektif,
target dan program perusahaan dirancang berdasarkan misi yang suadah dibentuk
Ø Membimbing
aksi dalam berbagai tingkat
Ø Membantu
mencegah karyawan agar tidak salah melangkah
Sabtu, 20 Desember 2014
TUGAS KELOMPOK ETIKA BISNIS
TUGAS KELOMPOK SOFTSKILL
“ETIKA BISNIS”
Nama Anggota Kelompok :
·
Gita Ayu Puspahati (13211083)
·
Gustara Alfianda Putra (13211113)
·
Herlin Riana Sari (13211344)
·
Rizky Rudi Febriani (16211402)
·
Selvia Fauzi Saleh (16211664)
Kelas : 4EA20
FAKULTAS ILMU EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
Etika Bisnis, Tanggung jawab Sosial
Perusahaan dan Korporasi
Pemerintahan
Abstrak
Keberhasilan
bisnis modern jelas, tetapi baru-baru ada banyakperhatian dalam literatur
bisnis-dan-masyarakat dan pers umum pada apakah bisnis memenuhi peran sosial
yang bertanggung jawab.Etika bisnis, corporate social tanggung jawab dan tata
kelola perusahaan gerakan telah dikembangkan di baru-baru ini dekade sebagai
tanggapan terhadap tumbuh rasa kesalahan perusahaan. makalah ini mencoba untuk
menjelaskan mengapa tiga gerakan tampaknya belum telah dihasilkan sedikit dibentuk
resep yang diterima secara luas untuk perbaikan perilaku bisnis untuk kepuasan
"konstituen" bisnis, yaitu para pemangku kepentingan utama. Tanpa menyangkal
kegunaan salah satu dari tiga gerakan, kertas menunjukkan bahwa ada adalah
kelemahan dalam ketiga, terutama mengenai cara mereka memahami yang modern operasi
bisnis. Untuk ini pluralisme bisnis end, kode responsif praktek dan pemeriksaan
ulang dari asumsi (kondisi) dari operasi bisnis bias suka membantu.
Etika Bisnis
Etika
bisnis sebagai (sukarela) cara sadar diri dalam memandang bisnis memiliki menunjukkan
pertumbuhan utama sejak 1980-an. Secara khusus, di Amerika Serikat pada tahun
1970-an, keprihatinan sedang disuarakan dalam kaitannya dengan beberapa
perkembangan:
•
meningkatnya biaya litigasi yang melibatkan arsitek, akuntan dan lawyers
•
diskriminasi positif
•
keamanan produk (promosi misalnya Ralph Nader pada keselamatan mobil)
•
yang "Watergate" skandal
•
pemogokan sektor publik
•
isu lingkungan (misalnya Undang-Undang Kebijakan Perlindungan Lingkungan, 1969)
•
"Whistleblower" issues4
•
penyuapan perusahaan dari officials5 asing
•
bencana transportasi (misalnya Challenger pesawat ruang angkasa ledakan pada
tahun 1986)
•
ledakan tanaman (misalnya di Bhopal, India, 19846, Seveso, Italia, 1976)
Salah
satu konsekuensi dari peristiwa seperti ini
biasanya tidak disengaja, perkembangan untuk businesses adalah permintaan
untuk pembentukan kode formal praktek bisnis. Pertumbuhan kode etik perusahaan
dan etika perusahaan officers demikian didorong sebagian oleh fakta bahwa sebuah
perusahaan didenda beberapa juta dolar bisa berharap hingga diskon 95% jika
memiliki kode dan prosedur tersebut di tempat (Hagar, 1991, Vogel, 1992). Hari
ini sekitar 90 persen dari Fortune 500 perusahaan memiliki kode perusahaan
praktek dan banyak perusahaan berikan kepada karyawan mereka pedoman untuk
pengambilan keputusan etis melalui perusahaan Web sites9. Namun, Etika Bisnis
terlambat penangkapan di Eropa. Sekarang, meskipun ada perbedaan besar antara,
banyak bisnis Eropa Utara dan Selatan schools dan sebagian besar program
Amerika, etika bisnis yang dijalankan. Baru-baru ini, biasa Fitur di London
Times penilaian perusahaan diprofilkan '"etika Ekspresi ", pada skala
1 sampai 10.Perlu dicatat bahwa telah terjadi Eropa Business Ethics Network
sejak tahun 1987, dan etika konferensi yang dihadiri oleh perwakilan dari
"yang besar dan baik".Beberapa perusahaan (misalnya "Inggris
Co-operative Bank", "Beauty Tanpa Kekejaman", "The Body
Shop") telah membuat sikap etis mereka alat pemasaran utama. Beberapa contoh,
alat pemasaran mungkin berhasil digunakan :
•
"Boots Healthcare International", yang menekankan "menjaga integritas
etika organisasi dengan mengembangkan tenaga kerja yang saham nilai-nilai
perusahaan ".Menurut kampanye "etika" Boots 'harus dipertimbangkan
dalam setiap keputusan.
•
Fokus "The Body Shop" di "memutuskan bagaimana Anda akan
mengukur Anda kinerja etis ", tokoh yang sangat niatnya.
•
"Masyarakat Grosir Co-operative" aktif berusaha untuk
mengidentifikasi nya kekhawatiran pelanggan dan rantai ritel.
•
"Out of This World" berusaha untuk menyeimbangkan "pertimbangan
etis dengan terbaik Nilai".
Sifat Etika Bisnis
Tidak
ada konsensus mengenai sifat etika bisnis.Bahkan businessand- yang literatur
masyarakat menunjukkan perbedaan yang besar opinions12.Para penentang etika
bisnis berasumsi bahwa mereka memiliki alasan yang cukup untuk menolak itu.
Beberapa pandangan yang khas adalah:
-
"Etika dan bisnis tidak campuran - usaha adalah teknis, bukan suatu hal
yang etis"
-
"Adalah naif untuk berpikir bahwa bisnis akan membiarkan etika mendapatkan
di jalan membuat keuntungan"
-
"Tidak ada perusahaan etis, karena mereka semua melanggar aturan etika
dari waktu
ke
waktu ".
Bisnis Etika Debat
Penanganan
sistematis nilai-nilai dari berbagai jenis, sikap etika bisnis, etika dan moral
dan perbedaan mereka semua isu yang diangkat dalam konteks debat etika bisnis.
Relativisme
adalah gagasan bahwa etika tergantung pada waktu dan tempat. Utama perspektif
dalam konteks relativisme adalah bahwa apa yang wajib dalam satu Negara atau
waktu dapat dilihat sebagai tidak bermoral di tempat lain (misalnya suap, pasar
bebas, monopoli, perbudakan; menyewa-dan-api hubungan kerja).
Subjektivisme
berkaitan dengan gagasan bahwa nilai-nilai adalah masalah individu rasa dan
preferensi.Di Obyektivisme gagasan dominan adalah bahwa setidaknya ada beberapa
nilai yang tidak tergantung pada waktu dan tempat atau keinginan individu.Nilai-nilai
ini termasuk menepati janji, berkata jujur, berbuat baik dan tidak merugikan, memperlakukan
orang seperti Anda ingin mereka memperlakukan Anda, hanya untuk menyebutkan
beberapa.Isu-isu yang diangkat dalam pendekatan yang disebutkan di atas telah
menjadi subyek perdebatan lama berjalan selama ribuan tahun.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Gerakan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan tidak baik diartikulasikan dalam Eropa,
khususnya di beberapa countries23 Mediterania. Untuk promosi Gerakan pada tahun
1995 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan adalah jaringan Eropa diluncurkan
bertujuan "untuk membantu perusahaan untuk mencapai profitabilitas, pertumbuhan
yang berkelanjutan dan kemajuan manusia dengan menempatkan dalam arus utama
praktek bisnis. "
Corporate Social Responsibility
Perdebatan
akademis alih tanggung jawab sosial telah diluncurkan dalam neoklasik ilmu
ekonomi.Masalah utama ditangani sejak itu adalah apakah bisnis sosial kegiatan
yang bertanggung jawab membayar kembali untuk kinerja keuangan
perusahaan.sampai ke sekarang, tidak ada konsensus umum tentang masalah tersebut.
Secara khusus, neoklasik ekonom telah menyatakan bahwa tidak ada (positif)
korelasi antara Aksi filantropi dan keuntungan.Sastra klasik yang relevan
pendukung bahwa dalam jangka panjang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan memiliki
efek positif pada bisnis performance28. Selanjutnya, di awal tahun 70-an WJ Baumol
menyatakan gagasan bahwa Tanggung Jawab Sosial Perusahaan adalah insentif yang
tepat untuk perusahaan individual, lainnya dari itu diciptakan oleh mekanisme
pasar, untuk penyediaan barang publik.
Governance Perusahaan
"Perusahaan"
harus dilakukan dengan tubuh orang terutama yang berwenang untuk bertindak sebagai
individu.Sebuah perusahaan adalah badan hukum ("fiksi hukum").Hal ini
dapat menuntut dan menjadi digugat. Tapi ini mengangkat sejumlah masalah yang
berkaitan dengan cabang-cabang hukum lain. Arti biasa "governance"
menyangkut tindakan, cara, fakta atau fungsi pemerintahan, kekuasaan atau kontrol
(Concise Oxford Dictionary). Tidak ada keperluan teknis untuk istilah-istilah
ini. "Pemerintahan" adalah kuno kata yang telah datang untuk
diterapkan, dalam debat publik, dengan perilaku perusahaan papan. Bukan
sembarang perusahaan, tetapi untuk orang-orang besar, misalnya Perusahaan Umum
Terbatas.
Asumsi dari Tiga Gerakan
Ketiga
gerakan dibahas di atas memiliki beberapa asumsi yang signifikan dalam umum.Ini
adalah asumsi top-down, asumsi ideologi bisnis dan model bisnis monokultur
asumsi.
1. Top-down
asumsi
Kode
praktek, kode etik dan operasi dan kontrol mereka dibuat oleh ataudiambil atas
nama pimpinan atau direktorat organisasi yang kuat danbisnis. Dalam beberapa
kasus, panel konsumen, dan dalam kasus lain kolektiftawar-menawar yang
menyediakan beberapa masukan oleh orang lain, tapi masukan yang jarang, jika
pernah, memungkinkankontrol dalam tingkat apapun untuk lolos ke pihak selain
manajemen puncak. untuk sebuahsejauh, hasil ini tampaknya tak terelakkan,
karena dewan direksi atau setara merekabertanggung jawab pada hukum bagi aspek
utama kegiatan bisnis, tetapi tampaknya adabaik kebutuhan dan ruang lingkup
untuk checks and balances yang lebih efektif.
2. Bisnis sebagai asumsi ideology38
"Ideologi"
mengacu pada tubuh ide yang merupakan karakteristik dari kelompok, kelas ataubangsa.Ideologi
biasanya memiliki asumsi teruji bahwa penganut diharapkanuntuk menerima tanpa
pertanyaan.Mereka biasanya tahan terhadap kritik dari luar.Bisnis tidak lagi
dapat melarikan diri memiliki ideologi daripada dapat melarikan diri memilikireputasi,
namun keduanya dapat suara atau cacat, dibenarkan atau tidak, sempit atau luas.Ituideologi
bisnis biasanya meliputi sedikit konsep stakeholding, sedangkankelompok penekan
yang didasarkan pada konsep dalam beberapa bentuk atau lainnya, karena juga
dapatmengatakan untuk tekanan pada pemerintah untuk menerapkan kontrol pada
bisnis.ideologi dapatlebih atau kurang inklusif.
3. Monokultur Asumsi
Model
bisnis pada dasarnya didorong oleh pemiliknya (atau, lebih biasanya denganDirektorat
nya) tampaknya mengarah ke monokultur, di mana bentuk-bentuk kepemilikantidak
berkembang. Globalisasi dan gelombang privatisasi yang telah berjalansejak
1980-an memberikan examples39, seperti halnya "tegas fleksibel" yang
datang kemendominasi pasar tenaga kerja pada 1980-an.
Beberapa Pandangan Kritis
Tiga
gerakan yang mempromosikan etika bisnis, corporate social tanggung jawab, dan
tata kelola perusahaan masing-masing, telah dikembangkan terutama di Menanggapi
kenaikan jelas dalam kesalahan perusahaan, atau setidaknya kenaikan dalam jangkauan
dan beberapa penyebab célèbres melibatkan bisnis. Komentar kritis telah
memasukkan ketidakpuasan dengan beberapa praktek umum perusahaan multinasional
(Klein, 2000), dan dengan peristiwa tertentu dan spesifik kebijakan perusahaan
(lihat misalnya organisasi Pax Christi & Amnesty Internasional, 1998 dalam
diskusi dengan Shell, terutama dalam kaitannya dengan Shell Nigeria dan isu-isu
hak asasi manusia). Ini diskusi yang terakhir tampaknya telah membai pemahaman
setidaknya antara pihak-pihak yang bersangkutan.Grosman & Morehouse (2000)
mencatat bahwa selamanya hukum yang diberikan kepada korporasi melemahkan
insentif untuk berperilaku baik, dan kontras keabadian yang dengan sebelumnya,
izin operasi terbatas dibutuhkan sampai tahun 1880-an. Pada gagasan etika
bisnis, dan tanggung jawab sosial bisnis, Milton Friedman (1970) terkenal
mengklaim bahwa, "Tanggung jawab bisnis adalah untuk memaksimalkan
keuntungan dalam hukum. "Banyak kritikus menunjuk ke sinisme di mana orang
menganggap banyak kode berlatih, dengan alasan bahwa mereka hanya laporan apa
yang bisnis telah melakukan atau bermaksud untuk melakukan, atau dengan alasan
bahwa mereka dihormati lebih dalam pelanggaran daripada di operation.
Kekuatan dari Tiga Gerakan
•
Mereka telah meningkatkan kesadaran akan isu-isu dan telah mencari cara untuk
merespon
•
Mereka telah menjadi disusun dalam pengaturan yang koheren untuk membahas masalah
•
Banyak literatur berkembang
•
Banyak organisasi dan lembaga telah mengeluarkan "kode etik" atau
"Kode etika
"yang menetapkan norma-norma perilaku untuk bisnis, profesional asosiasi,
departemen pemerintah, dan lembaga didelegasikan. Bahwa
bisnis memiliki kode tersebut tidak berarti bahwa mereka akan selalu
menghormati dalam semangat dan surat, tapi ada setidaknya kemungkinan bahwa
yang Keberadaan
akan mengerahkan tekanan yang stabil untuk hidup sesuai dengan aspirasi yang
dianut dalam Kode,
meskipun tekanan mungkin bertindak sangat lambat.
Kelemahan dari Tiga Gerakan
•
isu pensiun, seperti mis-selling; kurangnya cakupan yang memadai dari waktu ke
waktu
•
krisis Andersen / Enron (independensi auditor / checks and balances)
•
melanjutkan kasus insider berurusan di saham dan saham
•
gaji / kinerja eksekutif (breaking jelas link)
•
aturan perdagangan dunia, yang diselenggarakan untuk memberikan keuntungan yang
tidak adil kepada negara-negara kaya
•
distribusi miring penghargaan dan kesejahteraan dalam dan di antara
negara-negara
•
penyalahgunaan monopoli dan pasar
•
meningkatnya imbalan eksekutif untuk kegagalan, jatuh kepercayaan eksekutif,
dll
Masalah
terus sehingga tampak, setidaknya sebagian, konsekuensi dari asumsi
(kondisi) dari operasi bisnis yang dibagi oleh tiga gerakan.
Untuk mengatakan ini bukan untuk menyangkal relevansi tema yang mendominasi literatur
etika bisnis, tanggung jawab sosial perusahaan dan korporasi tata
kelola. Upaya untuk memahami motivasi individu dan pengembangan, masalah
"whistleblower" dan kesadaran, undang-undang, perusahaan etika
kebijakan, penyebaran
pengetahuan dan kode di daerah-daerah melalui simposium semua relevan. Bahwa
masalah terus berlanjut, dalam beberapa kasus dengan peningkatan intensitas,
menunjukkan bahwa ada kelemahan
dalam cara bahwa masalah dan penyebabnya sedang dikandung.
Beberapa Cara Maju / Rekomendasi
Ide-ide
berikut ini merupakan beberapa pemikiran yang diusulkan sebagai langkah maju
untuk
menghindari
perilaku bisnis ini:
•
Pluralisme dalam bentuk organisasi bisnis: Saran ini didasarkan pada gagasan
bahwa bentuk organisasi bisnis yang telah menjadi dominan bukanlah saja,
atau bahkan terlama bentuk. Sementara direksi, pada prinsipnya, bertanggung
jawab untuk menjalankan bisnis, "revolusi manajerial" memiliki
panjang telah
dicatat. Tidak semua direksi memiliki pengaruh yang sama, dan perusahaan yang debat
pemerintahan menarik perhatian pada perlunya reformasi dan / atau memperkuat
beberapa fungsi
utama. Memang benar bahwa ada dukungan untuk berbagai bentuk bisnis organisasi:
perusahaan lokal, usaha kecil, koperasi, dll, ia memiliki panjang telah
mencatat bahwa akses terhadap modal dan inovasi tidak sama antara perusahaan
dan bentuk lain dari perusahaan.
•
Kode Responsif praktek juga bisa membantu dalam arti bahwa mereka bisa termasuk
identifikasi siapa para pemangku kepentingan dalam setiap kasus, dan apa yang
mereka "Aspirasi
yang tepat" adalah. Para pemangku kepentingan dapat disertakan, bersama
dengan mereka partisipasi
aktif, dalam kode dan operasi mereka. Bagaimana apa yang disebut di atas yang
"aspirasi yang tepat" dapat ditentukan adalah masalah utama dalam
dirinya sendiri, tetapi
tidak akan pernah bisa diatasi sampai lebih luas diakui.
•
Syarat perdebatan: Re-pemeriksaan asumsi (kondisi) bisnis operasi
untuk memasukkan di atas akan tepat waktu. Keunggulan teknis "Pasar"
di atas bentuk-bentuk lain dari kondisi bisnis telah dibuktikan.
Namun,
tidak semua yang terjadi di "pasar" adalah hasil dari kekuatan
pasar impersonal. Ini adalah proses yang dikelola. Kritik mengklaim bahwa bisa
dikelola lebih baik, menurut prinsip-prinsip etika. itu Kesan
tetap bahwa kritik (yang tidak semua tentu dibenarkan) memiliki
dialihkan, bukan dijawab oleh tiga gerakan, mungkin sebagai
akibat dari asumsi yang telah diterima begitu saja, atau mungkin tidak perhatikan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Diskusi
tanggung jawab sosial perusahaan, tata kelola perusahaan dan etika
bisnis telah menghasilkan banyak laporan, dan menciptakan banyak jaringan organisasi
yang didedikasikan untuk peningkatan pemikiran dan praktek di daerah. di sana telah
banyak penelitian survei diberikan melalui kuesioner tentang bagaimana atas
manajer
melihat banyak isu hari, dan apakah mereka berpikir bahwa kode Praktek
akan berguna. Ada banyak penelitian tentang kebiasaan membeli konsumen, dan apakah
konsumen akan membeli produk-produk baru yang diusulkan, termasuk layanan produk,
dan beberapa ditujukan kepada manajer.
Meskipun
semua hal di atas, sinisme publik pada operasi kode praktek dan tata
kelola perusahaan yang jelas visible45. Dalam dunia yang tidak sempurna selalu
ada kesenjangan
antara aspirasi dinyatakan dalam kode dan operasi praktis mereka, tetapi kesenjangan
dapat dikurangi dengan penelitian rinci ke dalam formasi mereka, monitoring dan penerimaan
oleh penerima manfaat yang diinginkan. Banyak proses intervensi antara
aspirasi
dan realitas. Beberapa proses internal untuk usaha tertentu; lain
"makan di" pemerintah, hukum, kelompok penekan dan banyak lagi. di
sana tampaknya
memiliki beberapa studi tentang bagaimana proses ini bekerja. Berikut ini bisa bantuan:
•
Rekonsiliasi "teori keagenan" 46 dengan "pemangku
kepentingan" teori. Badan Teori memiliki dikembangkan
untuk memandu agen, seperti akuntan dalam membuat penilaian tentang
apa yang ada dalam kepentingan klien. Secara khusus, menciptakan tubuh yang mewakili
jutaan konsumen, karyawan atau pemasok yang penuh dengan kesulitan.
Badan-badan tersebut tampaknya tak terelakkan untuk mengembangkan norma-norma,
ideologi dan prosedur
pengendalian yang mengabadikan pengaturan kontrol organisasi, sering
tampak menjadi bercerai dari niat asli ("fungsional otonomi
", sistem informal," capture peraturan "dll), atau dari
pandangan "konstituen"
yang mereka wakili.
•
Mengembangkan "Kode responsif praktek" yang menggabungkan pihak
terkait dalam persiapan,
pemantauan dan perubahan kode.
•
Tingkat pengaruh positif dan negatif dari individu. Banyak upaya telah telah
dikeluarkan dalam membuat orang menyadari konsekuensi dari tindakan mereka atau
kelambanan. Kecenderungan individu untuk berpartisipasi atau menyetujui dalam kesalahan
perusahaan, atau untuk mendapatkan keuntungan dari keuntungan yang tidak adil
yang kadang-kadang dikutip. Saya tampaknya
kita bahwa tidak ada alasan yang baik untuk percaya bahwa kecenderungan
memiliki menjadi
lebih luas atau lebih kuat selama beberapa ribu tahun terakhir. tapi Kesempatan
telah jelas meningkat dengan penghapusan kontrol lama yang diatur
perilaku bisnis sebelum era globalisasi, sebelum ending standar
pertukaran emas di tahun 1970 dan sebelum revolusi digital. Atas
dasar ini, memberikan kesempatan bagi para eksekutif untuk merenungkan etika aspek
tindakan mereka dapat memiliki efek hanya terbatas. Tapi ada beberapa alasan untuk
menegaskan dengan keyakinan apa yang mayoritas pemain di bidang bisnis inginkan,
pemasok, pelanggan atau karyawan, atau sebagai penerima konsekuensi operasi
bisnis. Pengetahuan lebih tentang harapan, dan bagaimana menilai legitimasi
mereka akan menjadi nilai yang besar. Ada kemungkinan bahwa harapan akan
berubah menjadi cukup sederhana. Aristoteles
mengatakan, "Kesimpulan dari argumen moral adalah tindakan”.
Langganan:
Postingan (Atom)